|
[Type the company name]
|
|
[Year]
|
|
[Type the document title]
SMK Yapisda Cisoka
Kelas 11 AP. D
|
Pengelompokkan Polutan Berdasarkan Jenis
Senyawa, Wujud dan Sifat
Polutan berdasarkan sifatnya, polutan dapat
dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Polutan biodegredable adalah polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam. Contoh: kayu, kertas, bahan, sisa makanan, sampah, dedaunan, dan Iain-Iain.
2. Polutan non biodegredable adalah polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses alam sehingga akan tetap berada pada lingkungan tersebut untuk jangka waktu yang sangat lama. Contoh: gelas, kaleng, pestisida, residu radioaktif, dan logam toksik.
Berdasarkan wujudnya, polutan dapat
dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Polutan padat, misalnya kertas, kaleng, besi, logam, plastik, dan Iain-Iain.
2. Polutan cair, misalnya tumpahan minyak, pestisida, detergen, dan sebagainya.
3. Polutan gas, misalnya CFC, karbon dioksida, karbon monoksida, metana, dan Iain-Iain.
Berdasarkan jenis tempat dan senyawanya, polutan dibedakan menjadi 3
(tiga) yaitu:
•
Polusi udara adalah tercemarnya udara
oleh masuknya gas atau partikel lain sehingga kualitas udara menjadi turun
(melebihi NAB). Atau berubahnya komposisi udara bersih.
•
Komposisi udara bersih terdiri dari :
ü gas nitrogen (N2) : 78%
ü gas oksigen (O2) : 21%
ü gas argon (Ar) : 0,9%
ü gas karbon dioksida (CO2) :
0,03%, sisanya gas yang lain, misal Ne, He, dan lain-lain.
v Pencemaran
udara ditimbulkan oleh polutan dari sumber-sumber alami atau oleh kegiatan
manusia.
Polutan udara dibedakan menjadi Polutan Primer dan
Polutan Sekunder.
•
Polutan
primer ditimbulkan langsung oleh sumber pencemar udara, contohnya
karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO2).
•
Polutan
sekunder terbentuk dari reaksi polutan di atmosfer, contohnya sulfur
trioksida (SO3) dan Ozon (O3).
•
Karbon monoksida (CO)
Suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak
berasa. Gas CO berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dengan udara.
•
Belerang Oksida / Sulfur Oksida
Sulfur oksida merupakan gas yang berbau tajam, tidak
terbakar diudara dan membahayakan manusia. Sumber alami adalah gunung berapi,
pembusukan bahan organik oleh mikroba serta reduksi sulfat secara biologis.
•
Hidrokarbon
2. Polusi Air
Polusi Air
•
Terjadinya polusi air sebagian disebabkan oleh
kegiatan manusia, berupa limbah rumah tangga, kegiatan industri maupun kegiatan
lainnya.
•
Air dikatakan tercemar jika terjadi perubahan
pada kualitas air, baik secara kimia, biologi, atau fisika yang dapat
membahayakan makhluk hidup.
•
Pencemaran air terjadi di sungai, laut, waduk.
a) Polutan di Air
•
Agen penyebab penyakit.
Adalah organisme-organisme yang
dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit. Seperti : protozoa, virus, dan
cacing parasit.
•
Limbah yang memerlukan oksigen.
Air yang mempunyai kandungan
oksigen diatas 6ppm dapat mendukung kehidupan ikan dan lainnya. Limbah ini terdiri
dari berbagai limbah organik yang dapat diurai aerob. Contoh : kotoran hewan,
sisa-sisa tumbuhan dan limbah industri.
•
Bahan kimia organik
Bahan kimia organik merupakan
senyawa kimia yang mengandung unsur atom karbon. Contoh : pestisida,
plastik, dan minyak.
• Bahan
kimia anorganik
Adalah polutan yang mengandung
unsur kimia selain karbon, misalnya : asam, garam, basa dll.
•
Sedimen
Sedimen meliputi tanah, lumpur
dan pasir. Sedimen yang berlebihan dapat menyebabkan pendangkalan badan air.
•
Energi panas
Kenaikan temperatur air dari
kondisi normal dapat menurunkan kualitas air dan kehidupan di dalamnya.
Kenaikan temperatur yang berlebihan menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam
air. Kenaikan temperatur ini sebagai akibat pembuangan air limbah ke perairan
yang mengandung panas.
•
Zat radioaktif
Pengaruh zat radioaktif terhadap
makhluk hidup bersifat akut. Hal ini menyababkan gangguan proses pembelahan sel
kromosom (radon, iodon)
3. Polusi Tanah
•
Polusi tanah banyak diakibatkan oleh
sampah-sampah rumah tangga, pasar, industri, kegiatan peternakan dan pertanian.
Tanah yang tandus merupakan salah satu contoh akibat dari polusi tanah.
a) Polutan di tanah
•
Limbah padat (sampah)
Limbah ini meliputi bahan
padatan buangan seperti : kertas, plastik, kayu, metal, kaca dan karet. Limbah
ini semakin meningkat jumlahnya setiap tahun dan sering menumpuk pada TPA.
• Logam
berat
Logam berat yang dapat menjadi
polutan adalah timbal, besi, tembaga, nikel dll.
•
Pestisida
Pestisida adalah senyawa yang
digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang dianggap mengganggu. Pestisida
dapat dibagi berdasarkan targetnya, yakni :
Insektisida
(serangga), herbisida (gulma/ tumbuhan mengganggu), rodentisida
( hewan pengerat), fungisida ( jamur).
Pengunaan pestisida yang
berlebihan dapat berdampak negatif bagi makhluk hidup lain. Pestisida yang
mencemari tanah secara langsung terhadap tumbuhan dan biota tanah lainnya atau
secara tidak langsung dengan mencemari air.
•
Nitrogen, fosfat dan garam mineral
Merupakan unsur-unsur yang
sangat diperlukan tumbuhan untuk tumbuh. Namun jika keberadaannya terlalu
banyak, akan bersifat racun bagi tumbuhan.
•
Detergen
Detergen bersifat nonbiodegradable,
yang berarti sulit untuk diuraikan secara alami oleh mikroorganisme. Polutan
detergen ini berasal dari air sisa cucian pakaian. Apabila cairan detergen
masuk ke dalam pori-pori tanah maka tanah akan menjadi tidak subur carena
cairan detergen dapat membunuh hewan dan tumbuhan yang hidup di daerah tanah
tersebut.
v Penanganan
untuk tanah yang tercemar
Penenganan pada tanah yang
tercemar dengan menggunakan program Remediasi, yang artinya adalah
kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah.
Proses remediasi tanah dilakukan
secera :.
1. Ex
situ adalah penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah
yang aman.
2. In
situ adalah Pembersihan permukaan tanah di lokasi, cara ini lebih murah
v Proses
remediasi tanah dilakukan dengan :
1. Proses
Bio remediasi
Yaitu proses remediasi yang
dibantu oleh mikroorganisme hidup. Contoh : jamur, bakteri.
2. Proses
Fitoremediasi
Yaitu proses remediasi dengan
menggunakan tanaman. Contoh : Anturium Merah/ Kuning, dahlia, sente, Pisang
Mas.
b) Sumber-sumber Polusi Tanah
Ø Sumber
polutan utama adalah kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian
menggunakan pupuk dan pestisida dalam jumlah yang sangat banyak serta irigasi
untuk meningkatkan jumlah panen.
Pupuk mengandug nitrogen dan fosfot, pestisida
mengandung senyawa berbahaya, sedangkan air irigasi umumnya mengandung
gaam-garaman. Semua zat tersebut dapat menjadi polutan di tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar